W E L C O M E

Media online ini dapat digunakan oleh Siswa untuk membantu mendapatkan informasi seputar Geografi agar dapat memperoleh hasil yang maksimal

Jumat, 07 September 2012

Persebaran FLONA dunia


Persebaran flora dan fauna di dunia


Persebaran flora di dunia:
Dalam persebaran flora didunia dikenal istilah Bioma (karakteristik kehidupan flora yang khas pada suatu wilayah), persebaran bioma tersebut dapat diamati pada tabel berikut :
No.
Jenis bioma dan ciri-ciri
Jenis flora
Daerah  persebaran
1.
Gurun
§ Curah hujan sangat rendah (kurang dari 250 mm/tahun).
§ Jenis tumbuhan xerophyt (memiliki daun yang kecil seperti duri dan mempunyai akar yang panjang).
§ Kaktus.
§ Akasia.
§ Kurma.

§ Afrika (gurun sahara).
§ Arab (gurun arab).
§ Peru (gurun atacama).
§ Mongolia (gurun gobi).
2.
Padang rumput (sabana dan stepa)
§ Curah hujan pada umumnya berkisar 250 – 500 mm/tahun dan tidak teratur.
§ Tingkat porositas tanah dan sistem penyaluran air kurang baik sehingga sulit untuk menyimpan air.
§ Rumput.
§ Semak-semak.
§ Afrika.
§ Amerika selatan.
§ Australia.
§ Amerika Serikat bagian barat.
3.
Taiga (Coniferous)
§ Hutan homogen (vegetasinya hampir seragam) yaitu tumbuhan konifer/tumbuhan berdaun jarum.
§ Terdapat didaerah musim dingin panjang.
§ Pinus.
§ Alder.
§ Spruce .
§ Rusia.
§ Siberia.
§ Alaska.
§ Kanada.
4.
Tundra
§ Terdapat didaerah sangat dingin/kutub.
§ Sulit untuk ditumbuhi pepohonan.
§ Lumut.
§ Semak kerdil.
§ Artik.
§ Pulau-pulau kecil dekat antartika.
5.
Hutan gugur (Deciduous)
§ Terdapat didaerah iklim sedang dan memiliki empat  musim.
§ Curah hujan merata 750 – 1000 mm/tahun.
§ Pohon-pohon tidak terlalu rapat dan spesiesnya sedikit.
§ Beech
§ Maple
§ Oak

§ Asia tengah, Cina, Korea, Jepang.
§ AS bagian timur.
§ Kepulauan Inggris .
6.
Hutan Hujan Tropis (Hutan basah)
§ Sepanjang tahun mendapat sinar matahari yang cukup.
§ Curah hujan diatas 2000 mm/tahun
§ Pohon-pohon utamanya mempunyai tinggi 20 – 40 meter  dan berdaun lebat sehingga membentuk Canopy (tudung) serta selalu hijau.
§ Terdapat tumbuhan merambat dan berbatang sulur (liana) serta tumbuhan epifit (melekat).
§ Rotan
§ Anggrek
§ Beringin
§ Pisang
§ Pohon tinggi dan berdaun lebat.
§ Daerah amazone.
§ Amerika tengah.
§ Asia tenggara.
§ Papua nugini.
§ Afrika tengah (Kongo).
§ Madagaskar.
§ Australia bagian utara.
§ Kepulauan fiji.

Persebaran fauna di dunia:


Menurut Alfred Russel wallace persebaran fauna di dunia dikelompokkan menjadi 6 wilayah :
a)        Paleartik (wilayah Eropa, Inggris, Rusia, Himalaya, Afganistan, Afrika utara dan jepang).
  Jenis faunanya antara lain: beruang kutub, landak, kucing kutub dan rusa kutub.
b)       Neartik (wilayah Amerika utara dan Greenland).
  Jenis faunanya antara lain: Karibou, antelop, salamander, kalkun dan musk-oxen.
c)        Oriental (Asia selatan dan Asia tenggara).
  Jenis faunanya antara lain: harimau, gajah, orang utan, badak bercula satu dan tapir.
d)       Ethiopia (wilayah Afrika selatan, madagaskar, jazirah Arab bagian selatan).
  Jenis faunanya antara lain: Gorila, simpanse, burung unta, kuda nil, jerapah dan badak afrika.
e)        Australia (wilayah Australia, Selandia baru, Indonesia timur dan papua nugini).
   Jenis faunanya antara lain: kangguru, koala, cenderawasih, kasuari dan kiwi.
f)         Neotropik (wilayah meksiko, Amerika tengah dan Amerika selatan).
  Jenis faunanya antara lain: Kukang, babi, kuda, armadilo dan kelelawar penghisap darah.



Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH 



 

Rabu, 29 Agustus 2012

EROSI ( Part 2)


EROSI 
Banyaknya erosi tergantung berbagai faktor. Faktor Iklim, termasuk besarnya dan intensitas hujan / presipitasi, rata-rata dan rentang suhu, begitu pula musim, kecepatan angin, frekuensi badai. faktor geologi termasuk tipe sedimen, tipe batuan, porositas dan permeabilitasnya, kemiringn lahan. Faktor biologis termasuk tutupan vegetasi lahan,makhluk yang tinggal di lahan tersebut dan tata guna lahan ooleh manusia.
Umumnya, dengan ekosistem dan vegetasi yang sama, area dengan curah hujan tinggi, frekuensi hujan tinggi, lebih sering kena angin atau badai tentunya lebih terkena erosi. sedimen yang tinggi kandungan pasir atau silt, terletak pada area dengan kemiringan yang curam, lebih mudah tererosi, begitu pula area dengan batuan lapuk atau batuan pecah. porositas dan permeabilitas sedimen atau batuan berdampak pada kecepatan erosi, berkaitan dengan mudah tidaknya air meresap ke dalam tanah. Jika air bergerak di bawah tanah, limpasan permukaan yang terbentuk lebih sedikit, sehingga mengurangi erosi permukaan. 

Sedimen yang mengandung banyak lempung cenderung lebih mudah bererosi daripada pasir atau silt. Dampak sodium dalam atmosfer terhadap erodibilitas lempung juga sebaiknya diperhatikan. Faktor yang paling sering berubah-ubah adalah jumlah dan tipe tutupan lahan. pada hutan yang tak terjamah, mineral tanah dilindungi oleh lapisan humus dan lapisan organik. kedua lapisan ini melindungi tanah dengan meredam dampak tetesan hujan. lapisan-lapisan beserta serasah di dasar hutan bersifat porus dan mudah menyerap air hujan. Biasanya, hanya hujan-hujan yang lebat (kadang disertai angin ribut) saja yang akan mengakibatkan limpasan di permukaan tanah dalam hutan. bila Pepohonan dihilangkan akibat kebakaran atau penebangan, derajat peresapan air menjadi tinggi dan erosi menjadi rendah. kebakaran yang parah dapat menyebabkan peningkatan erosi secara menonjol jika diikuti denga hujan lebat. dalam hal kegiatan konstruksi atau pembangunan jalan, ketika lapisan sampah / humus dihilangkan atau dipadatkan, derajad kerentanan tanah terhadap erosi meningkat tinggi.

Kondisi jalan, secara khusus memungkinkan terjadinya peningkatan derajat erosi, karena, selain menghilangkan tutupan lahan, jalan dapat secara signifikan mengubah pola drainase, apalagi jika sebuah embankment dibuat untuk menyokong jalan. Jalan yang memiliki banyak batuan dan hydrologically invisible ( dapat menangkap air secepat mungkin dari jalan, dengan meniru pola drainase alami) memiliki peluang besar untuk tidak menyebabkan pertambahan erosi.




Sumber : Wilkipedia, 2012
 
 
  

Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH