W E L C O M E

Media online ini dapat digunakan oleh Siswa untuk membantu mendapatkan informasi seputar Geografi agar dapat memperoleh hasil yang maksimal

Senin, 16 September 2013

FLORA - FAUNA DUNIA

Persebaran flora dan fauna di dunia

Persebaran flora di dunia:
Dalam persebaran flora didunia dikenal istilah Bioma (karakteristik kehidupan flora yang khas pada suatu wilayah), persebaran bioma tersebut dapat diamati pada tabel berikut :
No.
Jenis bioma dan ciri-ciri
Jenis flora
Daerah  persebaran
1.
Gurun
- Curah hujan sangat rendah (kurang dari 250 mm/tahun).
- Jenis tumbuhan xerophyt (memiliki daun yang kecil seperti duri dan mempunyai akar yang panjang).
- Kaktus.
- Akasia.
- Kurma.

- Afrika (gurun sahara).
- Arab (gurun arab).
- Peru (gurun atacama).
- Mongolia (gurun gobi).
2.
Padang rumput (sabana dan stepa)
- Curah hujan pada umumnya berkisar 250 – 500 mm/tahun dan tidak teratur.
- Tingkat porositas tanah dan sistem penyaluran air kurang baik sehingga sulit untuk menyimpan air.
- Rumput.
- Semak-semak.
- Afrika.
- Amerika selatan.
- Australia.
- Amerika Serikat bagian barat.
3.
Taiga (Coniferous)
- Hutan homogen (vegetasinya hampir seragam) yaitu tumbuhan konifer/tumbuhan berdaun jarum.
- Terdapat didaerah musim dingin panjang.
- Pinus.
- Alder.
- Spruce.
- Rusia.
- Siberia.
- Alaska.
- Kanada.
4.
Tundra
- Terdapat didaerah sangat dingin/kutub.
- Sulit untuk ditumbuhi pepohonan.
- Lumut.
- Semak kerdil.
- Artik.
- Pulau-pulau kecil dekat antartika.
5.
Hutan gugur (Deciduous)
- Terdapat didaerah iklim sedang dan memiliki empat  musim.
- Curah hujan merata 750 – 1000 mm/tahun.
- Pohon-pohon tidak terlalu rapat dan spesiesnya sedikit.
- Beech
- Maple
- Oak

- Asia tengah, Cina, Korea, Jepang.
- AS bagian timur.
- Kepulauan Inggris .
6.
Hutan Hujan Tropis (Hutan basah)
- Sepanjang tahun mendapat sinar matahari yang cukup.
- Curah hujan diatas 2000 mm/tahun
- Pohon-pohon utamanya mempunyai tinggi 20 – 40 meter  dan berdaun lebat sehingga membentuk Canopy (tudung) serta selalu hijau.
- Terdapat tumbuhan merambat dan berbatang sulur (liana) serta tumbuhan epifit (melekat).
- Rotan
- Anggrek
- Beringin
- Pisang
- Pohon tinggi dan berdaun lebat.
- Daerah amazone.
- Amerika tengah.
- Asia tenggara.
- Papua nugini.
- Afrika tengah (Kongo).
- Madagaskar.
- Australia bagian utara.
- Kepulauan fiji.

Persebaran fauna di dunia:
Peta Persebaran fauna di dunia

Menurut Alfred Russel wallace persebaran fauna di dunia dikelompokkan menjadi 6 wilayah :
a)      Paleartik (wilayah Eropa, Inggris, Rusia, Himalaya, Afganistan, Afrika utara dan jepang).
   Jenis faunanya antara lain: beruang kutub, landak, kucing kutub dan rusa kutub.
b)       Neartik (wilayah Amerika utara dan Greenland).
   Jenis faunanya antara lain: Karibou, antelop, salamander, kalkun dan musk-oxen.
c)        Oriental (Asia selatan dan Asia tenggara).
   Jenis faunanya antara lain: harimau, gajah, orang utan, badak bercula satu dan tapir.
d)       Ethiopia (wilayah Afrika selatan, madagaskar, jazirah Arab bagian selatan).
   Jenis faunanya antara lain: Gorila, simpanse, burung unta, kuda nil, jerapah dan badak afrika.
e)        Australia (wilayah Australia, Selandia baru, Indonesia timur dan papua nugini).
   Jenis faunanya antara lain: kangguru, koala, cenderawasih, kasuari dan kiwi.
f)         Neotropik (wilayah meksiko, Amerika tengah dan Amerika selatan).
   Jenis faunanya antara lain: Kukang, babi, kuda, armadilo dan kelelawar penghisap darah.



Sumber : Modul geografi SMA 40, 2013




Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH 


 

Minggu, 30 Juni 2013

PLUTO

PLUTO

Pluto (nama resmi: 134340) adalah sebuah planet katai (dwarf planet) dalam Tata Surya. Sebelum 24 Agustus 2006, Pluto berstatus sebagai sebuah planet dan setelah pengukuran, merupakan planet terkecil dan terjauh (urutan kesembilan) dari matahari. Pada 7 September 2006, nama Pluto diganti dengan nomor saja, yaitu 134340. Nama ini diberikan oleh Minor Planet Center (MPC), organisasi resmi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan data tentang asteroid dan komet dalam tata surya kita. Pada 1978 Pluto diketahui memiliki satelit yang berukuran tidak terlalu kecil darinya bernama Charon (berdiameter 1.196 km). Kemudian ditemukan lagi satelit lainnya, Nix dan Hydra. Setelah 75 tahun semenjak ditemukan, Pluto masih terbalut misteri. Saat ini wahana nirawak New Horizons telah diluncurkan untuk meneliti Pluto dan diperkirakan akan mendekati Pluto dalam jarak terkecil pada Juli 2015.

Sejak ditemukan oleh Clyde William Tombaugh, seorang astronom muda di Observatorium Lowell, pada 18 Februari 1930, Pluto kemudian menjadi salah satu anggota dari Tata Surya yang paling jauh letaknya. Jarak Pluto dengan matahari adalah 5.900,1 juta kilometer. Pluto memiliki diameter yang mencapai 2.486 km dan memiliki massa 0,002 massa Bumi. Periode rotasi Pluto adalah 6,39 hari, sedangkan periode revolusi adalah 248,4 tahun. Bentuk Pluto mirip dengan Bulan dengan atmosfer yang mengandung metan. Suhu permukaan Pluto berkisar -233oCelsius sampai dengan-223o Celsius, sehingga sebagian besar berwujud es.



Sumber : Wilkipedia, 2013

 

Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH


Senin, 13 Mei 2013

HIDROLOGI

HIDROLOGI 


Hidrologi (berasal dari Bahasa Yunani: Yδρoλoγια, Yδωρ+Λoγos, Hydrologia, "ilmu air") adalah cabang ilmu Geografi yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh Bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air. Orang yang ahli dalam bidang hidrologi disebut hidrolog, bekerja dalam bidang ilmu bumi dan ilmu lingkungan, serta teknik sipil dan teknik lingkungan.
Kajian ilmu hidrologi meliputi hidrometeorologi(air yang berada di udara dan berwujud gas), potamologi(aliran permukaan), limnologi (air permukaan yang relatif tenang seperti danau; waduk) geohidrologi(air tanah), dan kriologi(air yang berwujud padat seperti es dan salju) dan kualitas air. Penelitian Hidrologi juga memiliki kegunaan lebih lanjut bagi teknik lingkungan, kebijakan lingkungan, serta perencanaan. Hidrologi juga mempelajari perilaku hujan terutama meliputi periode ulang curah hujan karena berkaitan dengan perhitungan banjir serta rencana untuk setiap bangunan teknik sipil antara lain bendung, bendungan dan jembatan.



Sumber : Wilkipedia, 2013

 

Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH




Minggu, 21 April 2013

SEKILAS INFO : AWAL KATA "HALLO"

KATA  "HALLO"  KETIKA MENELEPON





Teknologi telepon/ telekomunikasi mengalami perkembangan begitu pesat, terutama dalam 3 dekade terakhir. Sedemikian pesatnya, sebuah inovasi & yang signifikan bisa segera menjadi teknologi yang ketinggalan jaman dalam hitungan bulan. Namun satu yang tidak berubah, kita tetap bertelepon dengan menggunakan kata yang sama: “halo“.

Sejarah mencatat, kata “halo” (hello) mulai populer digunakan tidak lama setelah Graham Bell mengembangkan teknologi telepon untuk pertama kalinya. Kata “halo” mulai ditemukan dalam tulisan-tulisan tahun 1830an dan mulai tercatat dlm kamus bahasa Inggris (oxford) pada 1883.

Adalah si jenius Thomas Alfa Edison yang menggagas penggunaan kata halo untuk saling bersapa, sekalipun penemu telepon - Alexander Graham Bell - justru tidak pernah menyukai penggunaan kata “halo”. Bell justru menyarankan untuk menyapa dgn kata “Ahoy” untuk memulai pembicaraan telepon, yang waktu itu sudah dipakai dalam dunia pelayaran.

Edison sendiri tidak asal memilih kata. Konon, kata “halo” yg dipilihnya adalah yg paling jelas dan jernih untuk didengarkan di antara semua kata sapaan di masa itu. Menurut beberapa artikel, apabila ada dua orang berada di dua puncak bukit yg berseberangan, maka kata “Halo” adalah yang paling jelas terdengar jika diteriakkan dari puncak yang satu ke puncak lainnya. Thomas Alfa Edison yang juga turut mengembangkan piranti telepon dan transmisi suara melalui kawat menyadari betul kesitimewaan kata halo ini. Apalagi di masa awal penemuan telepon, kualitas mikrophone, transmisi suara, dan juga speaker masih jauh dari yang namanya high fidelity alias jernih.

Seiring berjalannya waktu, telekomunikasi sudah berkembang sedemikian jauh melalui beberapa evolusi. Dari pesawat telepon yg besar dan berat, hingga kini telepon genggam yg cerdas multifungsi, ternyata kata Halo yg digagas Edison ini masih tetap dipakai. Sampai kapan? Hanya waktu dan evolusi teknologi selanjutnya yang dapat menjawabnya.


Sumber : blogdetik.com, 2013


Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH