ANTARTIKA (KUTUB SELATAN)
Antarktika (dari bahasa Yunani ἀνταρκτικός
"antarktikos", lawan kata arktik atau
anti-arktik) merupakan benua yang meliputi Kutub Selatan
Bumi. Tempat terdingin di
muka bumi ini sebagian besar tertutup es sepanjang tahun. Meskipun legenda dan spekulasi tentang
sebuah Terra Australis ("Tanah Selatan")
sudah ada sejak zaman kuno, penemuan benua yang pertama kali diterima umum
terjadi pada 1820
dan pendaratan yang pertama tercatat tahun 1821. Namun demikian, peta
yang dibuat Laksamana
Piri Reis
tahun 1513
memuat sebuah benua selatan yang diduga sebagai pantai Antarktika. (Lihat juga Sejarah Antarktika).
Dengan luas 13.200.000 km²,
Antarktika adalah benua terluas kelima setelah Eurasia,
Afrika,
Amerika Utara,
dan Amerika Selatan namun populasinya
terkecil jauh di bawah yang lain (umumnya dihuni oleh para peneliti dan ilmuwan
untuk batas waktu tertentu saja). Benua ini juga memiliki ketinggian
tanah rata-rata tertinggi, kelembaban rata-rata terendah, dan suhu rata-rata terendah di
antara semua benua di bumi.
Antarktika merupakan zona bebas, walaupun
sampai saat ini masih ada beberapa negara di dunia yang mengajukan klaim
kepemilikan wilayah di benua Antarktika tersebut.
Sejarah
singkat Antarktika
Meski keberadaan benua Antarktika
sudah diduga sejak lama, namun benua ini baru ditemukan pada tahun 1820. Siapa yang
menemukannya pertama kali tidaklah jelas sebab ada tiga orang dari tiga negara
yang mengklaimnya yaitu: Fabian von
Bellingshausen dari Rusia, Edward Bransfield dari Britania Raya
dan Nathaniel Palmer dari Amerika
Serikat.
Pada tahun 1911 Roald
Amundsen dari Norwegia adalah orang pertama yang mencapai kutub selatan.
Tidak lama kemudian ia disusul oleh Robert Falcon Scott dari
Britania Raya.
Iklim
Antarktika adalah tempat terdingin
di Bumi
dengan suhu mencapai -85 dan -90 derajat Celsius di musim dingin
dan 30 derajat lebih tinggi di musim panas.
Bagian tengahnya dingin dan kering serta hanya mengalami sedikit curah hujan.
Turunnya salju juga terjadi di bagian pesisir, dengan catatan tertinggi 48
inchi dalam 48 jam. Hampir seluruh benua ini diselimuti es setebal rata-rata
2,5 kilometer.
Tergantung pada lintangnya
serta waktu malam atau siang yang konstan, membuat iklim yang biasa dialami
manusia tidak terdapat di benua ini.
Sumber : Wilkipedia, 2012
Salam Kebumian, SAVE OUR EARTH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar