W E L C O M E

Media online ini dapat digunakan oleh Siswa untuk membantu mendapatkan informasi seputar Geografi agar dapat memperoleh hasil yang maksimal

Selasa, 31 Juli 2012

SEKILAS INFO (10 Orang Terkaya Dunia)


10 ORANG TERKAYA DUNIA



Majalah Forbes mengeluarkan daftar terbaru orang-orang terkaya di dunia yang jumlah keseluruhannya mencapai 1.226 orang. Jika ditotal, kekayaannya bernilai US$ 4,6 triliun.

Dari daftar panjang tersebut, peringkat pertama dikuasai oleh taipan asal Mesiko, yaitu Carlos Slim Helu, dengan bisnis telekomunikasinya, America Movil SAB. Carlos Slim Helu dinobatkan sebagai manusia terkaya di planet bumi dengan kekayaan US$ 69 miliar.

Dibuntuti oleh dua miliarder asal Amerika Serikat (AS), yaitu Bill Gates dan Warren Buffett, masing-masing dengan harta US$ 61 miliar dan US$ 44 miliar. Selain itu, masih ada juga Berhard Arnault dari Prancis, dengan kekayaan US$ 41 miliar.

Tak ketingalan pemilik mereka Zara, Amancio Ortega, dengan harta bernilai US$ 37,5 miliar, serta CEO Oracle, Larry Ellison, dengan kekayaan sebesar US$ 36 miliar.

Berikut daftar 10 orang paling kaya berdasarkan majalah Forbes :
No.
Nama
Kekayaan
Negara Asal
Sumber Kekayaan
1
Carlos Slim Helu (72)
US$ 69 miliar
Meksiko
Telekomunikasi
2
Bill Gates (56)
US$ 61 miliar
Amerika Serikat (AS)
Microsoft
3
Warren Buffett (81)
US$ 44 miliar
AS
Berkshire Hathaway
4
Bernard Arnault (63)
US$ 41 miliar
Prancis
LVMH
5
Amancio Ortega (75)
US$ 37,5 miliar
Spanyol
Zara
6
Larry Ellison (67)
US$ 36 miliar
 AS
Oracle
7
Eike Batista (55)
US$ 30 miliar
Brazil
Tambang dan Migas
8
Stefan Persson (64)
US$ 26 miliar
Swedia
H&M
9
Li Ka-shing (83)
US$ 25,5 miliar
Hong Kong
diversifikasi usaha
10
Karl Albrecht (92)
US$ 25,4 miliar
Jerman 
Aldi

Sumber : Detik Finance, 2012

Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH 





Jumat, 13 Juli 2012

BUNGKER BELANDA (Part 3)


 Bungker Rahasia Militer Belanda di Cisauk

Kamar yang berada dalam sebuah rumah bergaya Eropa-China tak terawat itu terletak di pinggiran jalan berdebu Cisauk-Serpong, Tangerang Selatan. Lokasinya sangat strategis untuk markas komando militer karena tak jauh dari Stasiun Cisauk, bantaran barat Sungai Cisadane. Beranda depan yang awalnya terbuka, kini telah menjelma sebagai tempat usaha jahit yang dimiliki penyewa rumah itu. Meskipun demikian, empat pilar anggun dan lantai bercorak dekoratifnya masih diabadikan—entah sampai kapan—sebagai penanda zaman.

Sebelum senja meluntur, Verbeek telah berencana melakukan observasi ke dalam tempat perlindungan dari serangan udara di bawah tanah atau bungker. Letaknya di halaman samping rumah, lubang masuknya tepat di bawah jendela kamar tadi. Untuk memasuki ruangan perlindungan bawah tanah, dia harus melewati pintu utama yang hanya cukup satu orang. Lalu meniti beberapa anak tangga sampai ke dasar. Beberapa kelelawar yang merasa terganggu itu berputar-putar di dalam ruangan karena tamu tak diundang.

Sembari berjongkok memeragakan bagaimana biasanya orang-orang itu berlindung, dia berkata. “Ruangan ini cukup untuk duapuluh orang!” Ternyata ruangan dalam cukup lega dengan panjang sekitar enam meter. Langit-langitnya berbentuk lengkung setinggi dua meter sehingga orang bisa berdiri di dalamnya. Tempat perlindungan ini mempunyai jalan pintu keluar yang kini tembus di tempat parkir sebuah Klenteng Kwan Im Hud Cow. Tampaknya, saat rumah ini masih dihuni sebagai markas komando militer, halaman sampingnya masih berupa kebun.

John Verbeek bersiap memasuki tempat perlindungan bawah tanah. Kemungkinan tempat ini digunakan militer Belanda pada akhir 1940-an. (Mahandis Y. Thamrin/NGI)
Lalu mengapa Belanda masih melakukan operasi militernya di Cisauk pada 1949?
Awal 1948 telah disetujui perjanjian Indonesia dan Belanda di atas kapal USS Renville. Perjanjian itu menyatakan bahwa Belanda hanya mengakui sebagian wilayah Republik, yaitu Sumatera, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Artinya terdapat garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan Belanda. Sebagai konsekuensi garis demarkasi tersebut, tentara Republik harus ditarik mundur ke wilayah Republik.
Perselisihan mengenai wilayah-wilayah yang terbagi dalam demarkasi ini baru berakhir 27 Desember 1949. Bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan atas Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat―tidak termasuk Nederlands Nieuw-Guinea. “Dalam garis demarkasi itu, Cisauk merupakan wilayah yang dikuasi Belanda,” pungkas Verbeek.
(Mahandis Yoanata/NGI)



Sumber : National Geographic Indonesia, 2012


 
Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH 



Selasa, 10 Juli 2012

BUNGKER BELANDA (Part 2)


 Bungker Rahasia Militer Belanda di Cisauk

Tidak berlebihan apabila kamar pengap ini seolah mengantarkan Verbeek ke lorong waktu awal berdirinya Republik ini. Selagi mengamati keadaan kamar, dia menunjuk sederet lubang-lubang di dinding. “Ini adalah bekas tembakan!” ujarnya seraya menginvestigasi. “Nah, arahnya dari sebelah sana,” ungkapnya. Sejatinya apa yang telah terjadi di kamar ini enam puluh tiga tahun lalu?
Verbeek masih memeriksa dinding itu dengan saksama. Dia membuka kaca matanya, lalu mendekatkan pengelihatannya  ke coretan-coretan pensil lainnya. Lelaki ini mencoba menafsirkan apa saja yang telah ditulis tentara-tentara Belanda pada beberapa minggu setelah Agresi Militer II meletus. “Broodrantsoen!” ungkapnya pada sebuah tulisan berarti “Jatah Roti” itu.
Dari logistik ini bisa diketahui siapa saja yang terlibat dalam operasi militer di Cisauk ini. Sebuah senarai di bawahnya menjelaskan bahwa mereka tentara-tentara dari kesatuan KL (Koninklijke Landmacht atau Tentara Kerajaan) dan KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger atau Tentara Kerajaan Hindia-Belanda), serta dua kesatuan lainnya yang belum teridentifikasi.
John Verbeek berusaha membaca pesan dari pensil yang tertulis di dinding kamar yang pengap dan lembap. Menurutnya, banyak informasi yang didapatkan di kamar ini seputar aktivitas militer Belanda pada awal 1949 di Cisauk.
Dia beralih ke dinding dekat jendela yang selamat dari berondongan tembakan. Pendaran lampu senternya menerangi sebuah tulisan ”Slotten” yang tampaknya menunjuk pada orang-orang kunci tokoh Republik.

Tulisan nama-nama itu sudah kabur, nyaris tak terlihat lagi. Namun, dia mencoba membacanya. Dari delapan nama hanya lima yang masih terbaca: Djaja, Hammam, Oedjang, Moechlis, M. Ishak, dan Soehada. Seluruh nama tadi bertanda coret dan dibelakangnya bertanda silang, kecuali Oedjang yang hanya diberi tanda tanya.
Siapa orang-orang itu masih misteri. Menurut Verbeek, mungkin kita bisa saja mengecek nama-nama ini di Taman Makam Pahlawan Seribu di Serpong. “Saya yakin nama-nama ini bukan pengkhianat Republik,” ungkap Verbeek.” Tidak mungkin nama para kolaborator ditulis di dinding.”



 Sumber : National Geographic Indonesia, 2012


Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH

Sabtu, 07 Juli 2012

BUNGKER BELANDA (Part 1)

Bungker Rahasia Militer Belanda di Cisauk

Sebuah rumah indis bergaya Eropa-China akhir abad ke-19 telah bersaksi atas retasan masa sebuah desa pada awal berdirinya Republik ini. Tempat perlindungan bawah tanah di Cisauk ini tampaknya merupakan peninggalan militer Belanda. Fungsinya adalah untuk melindungi penghuni dari serangan udara. Ruangannya cukup untuk  dapat menampung duapuluh orang. (Mahandis Y. Thamrin/NGI) 

Keringat membasahi wajah John Verbeek tatkala dia mengarahkan lampu senternya ke segala penjuru kamar yang kini dijadikan sebagai gudang nan lembap dan gelap itu. Lampu senternya tertuju pada coretan-coretan dari pensil di dinding bercat putih itu. Sambil menyeka keringat di dahi, dia tertegun pada sebuah infografis militer yang ditulis dengan rapi dan masih terlihat jelas: “Sinds 22-1-49 Buitgemaakte wapens en munite door I.V.D.-3-2 R.V.A, Tjisaoek.”
Verbeek, lelaki lima puluh tahunan yang selalu bersemangat ini adalah pemerhati bangunan pertahanan militer asal Den Haag, Belanda. Setidaknya lima ratus lokasi di Indonesia telah dia datangi untuk mendata sejarah tinggalan militer masa Hindia Belanda dan Jepang itu. Berdasar informasi dan arsip perpustakaan di Belanda, setiap tahun dia pergi menjelajah ke pelosok daerah di Indonesia.

“Tulisan ini dibuat pada awal 1949,” ungkap Verbeek sambil menunjuk judul tulisan dinding berbahasa Belanda, “ini menerangkan senjata dan amunisi yang berhasil dirampas oleh Resimen Artileri Medan Belanda dari tangan Republik.” Di bawah tulisan itu terdapat semacam kolom infografis yang menunjukkan senarai logistik militer seperti karbin, stengun atau senapan otomatis, revolver, tekidanto atau granat Jepang, mortir berbagai ukuran, granat tangan, dan peluru. Semuanya senjata-senjata dan amunisi itu dibuat ikonnya dengan rapi. “Tampaknya kamar ini digunakan sebagai pos komando militer.”


 Sumber : National Geographic Indonesia, 2012


Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH
 

Sabtu, 23 Juni 2012

ANTARTIKA (Part 2)

ANTARTIKA (KUTUB SELATAN)
Populasi 
Hewan yang umum dijumpai di wilayah ini adalah pinguin. Pinguin adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, namun pinguin merupakan penyelam yang ulung. Hewan lainnya adalah singa laut, anjing laut dan ikan paus.
Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 orang tinggal di Antarktika dalam satu waktu namun bergantung juga terhadap musim. Orang yang tinggal di Antarktika biasanya menggunakan zona waktu negara asalnya. Walau tidak ada pemukim tetap, 29 negara yang menandatangani Traktat Antarktika memiliki stasiun riset yang umumnya selalu digunakan sepanjang tahun.
Banyak yang menganggap bahwa manusia pertama yang dilahirkan di Antarktika adalah Solveig Gunbjörg Jacobsen, tepatnya di Grytviken, pulau Georgia Selatan pada tanggal 8 Oktober 1913. Namun dikarenakan pulau ini tidak dianggap sebagai bagian dari benua Antarktika, maka Emilio Marcos Palma (lahir 7 Januari, 1978) sampai sekarang adalah orang pertama yang lahir di benua Antarktika. Ia adalah seorang warganegara Argentina. Lalu pada tahun 1986 dan 1987 di stasiun Chili lahir pula seorang anak lelaki dan perempuan.

Beberapa negara, terutama yang letaknya tidak jauh dari Antarktika pada awal abad ke-20 mengklaim beberapa wilayah di Antarktika. Pengklaiman ini secara praktis tidak ada artinya, namun seringkali digambarkan oleh para ahli kartografi dalam membuat peta dan atlas.
Kebanyakannya yang mengklaim wilayah-wilayah ini memiliki stasiun observasi dan penelitian di dalam wilayah mereka. Perjanjian Antarktika tidak mengakui klaim-klaim ini dan sebagian besar negara di dunia tidak mengakui wilayah-wilayah ini. Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Rusia tidak atau belum mengklaim wilayah tetapi menyatakan bisa mengklaim wilayah pada masa depan.
Wilayah antara 90° B dan 150° B belum diklaim siapa-siapa.

Klaim masa lalu

Komunikasi
Kode telepon internasional untuk Antarktika adalah +672. Antarktika sudah memiliki jasa layanan telepon nirkabel. Di Pangkalan Marambio milik Argentina terdapat sebuah menara selular yang menggunakan teknologi AMPS dan di Pulau Raja George terdapat sebuah menara GSM Entel Chili. Selain ini, komunikasi terbatas pada koneksi satelit.
Wisata ke Antarktika biasanya diselenggarakan lewat pelayaran laut. Orang-orang boleh menumpang kapal pesiar mewah yang akan berlayar mendekati Antarktika dalam jarak yang aman karena laut di sekitar Antarktika yang penuh dengan gunung-gunung es.
Di dasawarsa 70-an, wisata dengan pesawat terbang juga populer untuk sesaat. Ada 2 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan melintasi Antarktika untuk menikmati pemandangan dari udara yaitu Qantas Airlines dan Air New Zealand. Namun setelah kecelakaan pesawat Air New Zealand penerbangan TE-901 yang menabrak gunung Erebus pada tanggal 28 November 1978, penerbangan menikmati pemandangan Antarktika dari udara ini kemudian dihentikan.




Sumber : Wilkipedia, 2012
 

Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH




ANTARTIKA (Part 1)

ANTARTIKA (KUTUB SELATAN)
Antarktika (dari bahasa Yunani ἀνταρκτικός "antarktikos", lawan kata arktik atau anti-arktik) merupakan benua yang meliputi Kutub Selatan Bumi. Tempat terdingin di muka bumi ini sebagian besar tertutup es sepanjang tahun. Meskipun legenda dan spekulasi tentang sebuah Terra Australis ("Tanah Selatan") sudah ada sejak zaman kuno, penemuan benua yang pertama kali diterima umum terjadi pada 1820 dan pendaratan yang pertama tercatat tahun 1821. Namun demikian, peta yang dibuat Laksamana Piri Reis tahun 1513 memuat sebuah benua selatan yang diduga sebagai pantai Antarktika. (Lihat juga Sejarah Antarktika).

Dengan luas 13.200.000 km², Antarktika adalah benua terluas kelima setelah Eurasia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan namun populasinya terkecil jauh di bawah yang lain (umumnya dihuni oleh para peneliti dan ilmuwan untuk batas waktu tertentu saja). Benua ini juga memiliki ketinggian tanah rata-rata tertinggi, kelembaban rata-rata terendah, dan suhu rata-rata terendah di antara semua benua di bumi.
Antarktika merupakan zona bebas, walaupun sampai saat ini masih ada beberapa negara di dunia yang mengajukan klaim kepemilikan wilayah di benua Antarktika tersebut.

Sejarah singkat Antarktika
Meski keberadaan benua Antarktika sudah diduga sejak lama, namun benua ini baru ditemukan pada tahun 1820. Siapa yang menemukannya pertama kali tidaklah jelas sebab ada tiga orang dari tiga negara yang mengklaimnya yaitu: Fabian von Bellingshausen dari Rusia, Edward Bransfield dari Britania Raya dan Nathaniel Palmer dari Amerika Serikat.
Pada tahun 1911 Roald Amundsen dari Norwegia adalah orang pertama yang mencapai kutub selatan. Tidak lama kemudian ia disusul oleh Robert Falcon Scott dari Britania Raya.

Iklim
Antarktika adalah tempat terdingin di Bumi dengan suhu mencapai -85 dan -90 derajat Celsius di musim dingin dan 30 derajat lebih tinggi di musim panas. Bagian tengahnya dingin dan kering serta hanya mengalami sedikit curah hujan. Turunnya salju juga terjadi di bagian pesisir, dengan catatan tertinggi 48 inchi dalam 48 jam. Hampir seluruh benua ini diselimuti es setebal rata-rata 2,5 kilometer.
Tergantung pada lintangnya serta waktu malam atau siang yang konstan, membuat iklim yang biasa dialami manusia tidak terdapat di benua ini.




Sumber : Wilkipedia, 2012
 

Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH 


Kamis, 14 Juni 2012

KLASEMEN UAS GENAP


KLASEMEN NILAI UAS GEOGRAFI SEMESTER GENAP KELAS XI IPS
TAHUN AJARAN 2011/2012


1.       FEBRIYANTI .F (XI IPS 4)                          Nilai  97,5
2.       UNGGUL .A (XI IPS 5 )                                  Nilai  97,5
3.       DIAR ASMORO (XI IPS 1)                            Nilai  95,0
4.       A. SYIHABUDDIN (XI IPS 2)                      Nilai  95,0
5.       ARIEF WIBOWO (XI IPS 3)                        Nilai  95,0
6.       DIAH AYU .N (XI IPS 3)                                Nilai  92,5
7.       NOERUL  ULFA (XI IPS 4)                          Nilai  92,5
8.       TIKA  NOVIA (XI IPS 1)                                Nilai  92,5
9.       NINA  YULIANA (XI IPS 5)                         Nilai  90,0
10.   ASTIA  PRESTICA (XI IPS 1)                      Nilai  90,0
11.   ALFIAN  KURNIA (XI IPS 1)                       Nilai  90,0
12.   RATNA  .Y (XI IPS 5)                                     Nilai  87,5
13.   MAYA  SARI (XI IPS 5)                                  Nilai  87,5
14.   DINA  . O (XI IPS 3)                                        Nilai  87,5
15.   FURY  . S (XI IPS 1)                                        Nilai  87,5
16.   SITI  ALIFAH (XI IPS 3)                               Nilai  87,5
17.   TUTI  SUKRENI (XI IPS 3)                          Nilai  87,5
18.   TITO  BASTIAN (XI IPS 3)                          Nilai  87,5
19.   UMI  ROAIDAH (XI IPS 1)                           Nilai  85,0
20.   BAYU  AJI  .S (XI IPS 2)                                Nilai  85,0



SELAMAT KEPADA SISWA/I YANG BERHASIL MERAIH NILAI SEMPURNA
TERIMA KASIH ATAS KERJA KERAS DAN DOA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN

TERIMA KASIH PULA KEPADA SISWA/I YANG BELUM TERCANTUM NAMANYA KARENA TELAH BERUSAHA DENGAN MAKSIMAL

TETAP SEMANGAT DAN TERUS BERUSAHA
INSYA ALLAH NAMA KALIAN AKAN TERCANTUM SEMESTER SELANJUTNYA



Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH