W E L C O M E

Media online ini dapat digunakan oleh Siswa untuk membantu mendapatkan informasi seputar Geografi agar dapat memperoleh hasil yang maksimal

Rabu, 29 Agustus 2012

EROSI (Part 1)


EROSI
Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya.

Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. 

Bagaimanapun, praktik tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace-building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon.
Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasi lahan). Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai. Selain itu butiran tanah yang terangkut oleh aliran permukaan pada akhirnya akan mengendap di sungai (sedimentasi) yang selanjutnya akibat tingginya sedimentasi akan mengakibatkan pendangkalan sungai sehingga akan memengaruhi kelancaran jalur pelayaran.

Erosi dalam jumlah tertentu sebenarnya merupakan kejadian yang alami, dan baik untuk ekosistem. Misalnya, kerikil secara berkala turun ke elevasi yang lebih rendah melalui angkutan air. erosi yang berlebih, tentunya dapat menyebabkan masalah, semisal dalam hal sedimentasi, kerusakan ekosistem dan kehilangan air secara serentak.




Sumber : Wilkipedia, 2012
 
 

Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH



Kamis, 16 Agustus 2012

Danau Toba


DANAU  TOBA

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. 

Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. 

Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya. Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba. Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. 

Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.
 

Sumber : http://www.all-about-indonesia.co.cc, 2012

 

 Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH 




Selasa, 14 Agustus 2012

Daerah Terendah di Dunia

LAUT MATI
Nama laut yang cenderung menyeramkan 'mati', namun justru banyak dikunjungi wisatawan. Laut unik yang bisa dibuat nyantai karena tidak akan tenggelam akibat kandungan garamnya yang tinggi. Laut mati, tetapi tidak mematikan, justru mengapungkan manusia yang terjun bebas ke dalam laut. Laut ini sebenarnya bukanlah laut seperti kebanyakan lautan yang luas menuju samudera. Sebab ia ibarat danau yang luas. Penyebutan laut karena beberapa alasan, antara lain karena airnya yang asin dan lahan danau ini memang sangat luas.

Panjang laut ini mencapai 47 mil atau sekitar 75 km lebih, dan memiliki lebar mencapai 10 mil atau sekitar 16 km. Sementara dalamnya laut ini bisa mencapai 422 meter. Laut Mati ini terletak di persimpangan dan perbatasan beberapa negara. Di sisi sebelah Barat, laut ini diapit oleh negara Israel dan Palestina (Tepi Barat) dan di sisi Timur adalah berada dalam kawasan Yordania. Konon wilayah laut ini adalah daerah yang paling rendah di dunia. Posisinya adalah 422 meter di bawah permukaan laut.

Laut Mati ini biasa disebut juga dengan Laut Garam karena perairannya mengandung 33,7% garam (sekitar 8,6 kali lebih banyak dari kandungan garam di laut biasa). Keunikan inilah yang membuat banyak benda akan terapung, termasuk tubuh manusia.  Nama laut ini pun sebenarnya telah dihaluskan dari terjemahan bahasa Ibrani lama yang menyebut 'Yam ha Maved' yang berarti ‘Laut Pembunuh’, sedangkan dalam bahasa Arab namanya adalah 'Bahrul Mayyit' yang artinya ya sama yaitu Laut Mati juga.

Kenapa disebut laut mati? Fakta pertama yang bisa dilihat adalah di laut ini tidak ada ikan yang hidup. Ini disebabkan kadar keasinan yang begitu tinggi. Begitu juga binatang laut lainnya. Jangankan hidup, berenang pun ikan akan sulit karena dia pasti akan terapung terus. Maka binatang sejenis ikan tidak bisa hidup di sini.

Fakta kedua, ada satu sungai Yordan yang airnya mengalir menuju laut ini. Namun air yang sudah masuk ke laut ini tidak akan mengalir dan bergeser dan di buang ke tempat lain. Padahal di tempat lain di Yordan ada juga danau yang tidak asin di tempat lain yang akan menerima aliran air dan memberikan pada orang lain jika sudah berlimpah, termasuk memberi manfaat untuk kehidupan, semisal bisa diminum dan untuk penopang hidup makhluk lain di sekitarnya. Smeentara di laut mati, semua akan berhenti di situ, termasuk tidak bisa memberi efek semisal digunakan minum, bahkan tak sedikit orang yang menjauh dari laut ini, karena juga menyimpan bau garam yang menyengat.

Fakta ketiga berkaitan dengan sejarah. Asal-muasal terjadinya Laut Mati ini disebutkan dalam kitab suci Umat Islam dan Kristen juga. Disebutkan di sana bahwa Nabi Luth diperintahkan Tuhan untuk memperingatkan kaumnya yang melegalkan perilaku homoseksual. Karena umat Luth mengabaikan seruan sang Nabi, maka Tuhan memerintahkan Nabi Luth untuk menyingkir dari kota Sodom dan Gomorah itu. Laknat Tuhan datang melalui sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota-kota tersebut diruntuhkan, lalu dijungkirbalikkan hingga semuanya masuk ke dalam Laut Mati ini. Inilah bukti sejarah mematikan dan penenggelaman dari sebuah kaum yang juga berujung pada kematian. Ini pula yang konon melatari penyebutan laut mati dalam berbagai versi, termasuk bahasa Ibrani dan Arab di atas. 

Sumber : www. Laksanaberita.info,  2012


 
Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH


Selasa, 31 Juli 2012

SEKILAS INFO (10 Orang Terkaya Dunia)


10 ORANG TERKAYA DUNIA



Majalah Forbes mengeluarkan daftar terbaru orang-orang terkaya di dunia yang jumlah keseluruhannya mencapai 1.226 orang. Jika ditotal, kekayaannya bernilai US$ 4,6 triliun.

Dari daftar panjang tersebut, peringkat pertama dikuasai oleh taipan asal Mesiko, yaitu Carlos Slim Helu, dengan bisnis telekomunikasinya, America Movil SAB. Carlos Slim Helu dinobatkan sebagai manusia terkaya di planet bumi dengan kekayaan US$ 69 miliar.

Dibuntuti oleh dua miliarder asal Amerika Serikat (AS), yaitu Bill Gates dan Warren Buffett, masing-masing dengan harta US$ 61 miliar dan US$ 44 miliar. Selain itu, masih ada juga Berhard Arnault dari Prancis, dengan kekayaan US$ 41 miliar.

Tak ketingalan pemilik mereka Zara, Amancio Ortega, dengan harta bernilai US$ 37,5 miliar, serta CEO Oracle, Larry Ellison, dengan kekayaan sebesar US$ 36 miliar.

Berikut daftar 10 orang paling kaya berdasarkan majalah Forbes :
No.
Nama
Kekayaan
Negara Asal
Sumber Kekayaan
1
Carlos Slim Helu (72)
US$ 69 miliar
Meksiko
Telekomunikasi
2
Bill Gates (56)
US$ 61 miliar
Amerika Serikat (AS)
Microsoft
3
Warren Buffett (81)
US$ 44 miliar
AS
Berkshire Hathaway
4
Bernard Arnault (63)
US$ 41 miliar
Prancis
LVMH
5
Amancio Ortega (75)
US$ 37,5 miliar
Spanyol
Zara
6
Larry Ellison (67)
US$ 36 miliar
 AS
Oracle
7
Eike Batista (55)
US$ 30 miliar
Brazil
Tambang dan Migas
8
Stefan Persson (64)
US$ 26 miliar
Swedia
H&M
9
Li Ka-shing (83)
US$ 25,5 miliar
Hong Kong
diversifikasi usaha
10
Karl Albrecht (92)
US$ 25,4 miliar
Jerman 
Aldi

Sumber : Detik Finance, 2012

Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH 





Jumat, 13 Juli 2012

BUNGKER BELANDA (Part 3)


 Bungker Rahasia Militer Belanda di Cisauk

Kamar yang berada dalam sebuah rumah bergaya Eropa-China tak terawat itu terletak di pinggiran jalan berdebu Cisauk-Serpong, Tangerang Selatan. Lokasinya sangat strategis untuk markas komando militer karena tak jauh dari Stasiun Cisauk, bantaran barat Sungai Cisadane. Beranda depan yang awalnya terbuka, kini telah menjelma sebagai tempat usaha jahit yang dimiliki penyewa rumah itu. Meskipun demikian, empat pilar anggun dan lantai bercorak dekoratifnya masih diabadikan—entah sampai kapan—sebagai penanda zaman.

Sebelum senja meluntur, Verbeek telah berencana melakukan observasi ke dalam tempat perlindungan dari serangan udara di bawah tanah atau bungker. Letaknya di halaman samping rumah, lubang masuknya tepat di bawah jendela kamar tadi. Untuk memasuki ruangan perlindungan bawah tanah, dia harus melewati pintu utama yang hanya cukup satu orang. Lalu meniti beberapa anak tangga sampai ke dasar. Beberapa kelelawar yang merasa terganggu itu berputar-putar di dalam ruangan karena tamu tak diundang.

Sembari berjongkok memeragakan bagaimana biasanya orang-orang itu berlindung, dia berkata. “Ruangan ini cukup untuk duapuluh orang!” Ternyata ruangan dalam cukup lega dengan panjang sekitar enam meter. Langit-langitnya berbentuk lengkung setinggi dua meter sehingga orang bisa berdiri di dalamnya. Tempat perlindungan ini mempunyai jalan pintu keluar yang kini tembus di tempat parkir sebuah Klenteng Kwan Im Hud Cow. Tampaknya, saat rumah ini masih dihuni sebagai markas komando militer, halaman sampingnya masih berupa kebun.

John Verbeek bersiap memasuki tempat perlindungan bawah tanah. Kemungkinan tempat ini digunakan militer Belanda pada akhir 1940-an. (Mahandis Y. Thamrin/NGI)
Lalu mengapa Belanda masih melakukan operasi militernya di Cisauk pada 1949?
Awal 1948 telah disetujui perjanjian Indonesia dan Belanda di atas kapal USS Renville. Perjanjian itu menyatakan bahwa Belanda hanya mengakui sebagian wilayah Republik, yaitu Sumatera, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Artinya terdapat garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan Belanda. Sebagai konsekuensi garis demarkasi tersebut, tentara Republik harus ditarik mundur ke wilayah Republik.
Perselisihan mengenai wilayah-wilayah yang terbagi dalam demarkasi ini baru berakhir 27 Desember 1949. Bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan atas Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat―tidak termasuk Nederlands Nieuw-Guinea. “Dalam garis demarkasi itu, Cisauk merupakan wilayah yang dikuasi Belanda,” pungkas Verbeek.
(Mahandis Yoanata/NGI)



Sumber : National Geographic Indonesia, 2012


 
Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH 



Selasa, 10 Juli 2012

BUNGKER BELANDA (Part 2)


 Bungker Rahasia Militer Belanda di Cisauk

Tidak berlebihan apabila kamar pengap ini seolah mengantarkan Verbeek ke lorong waktu awal berdirinya Republik ini. Selagi mengamati keadaan kamar, dia menunjuk sederet lubang-lubang di dinding. “Ini adalah bekas tembakan!” ujarnya seraya menginvestigasi. “Nah, arahnya dari sebelah sana,” ungkapnya. Sejatinya apa yang telah terjadi di kamar ini enam puluh tiga tahun lalu?
Verbeek masih memeriksa dinding itu dengan saksama. Dia membuka kaca matanya, lalu mendekatkan pengelihatannya  ke coretan-coretan pensil lainnya. Lelaki ini mencoba menafsirkan apa saja yang telah ditulis tentara-tentara Belanda pada beberapa minggu setelah Agresi Militer II meletus. “Broodrantsoen!” ungkapnya pada sebuah tulisan berarti “Jatah Roti” itu.
Dari logistik ini bisa diketahui siapa saja yang terlibat dalam operasi militer di Cisauk ini. Sebuah senarai di bawahnya menjelaskan bahwa mereka tentara-tentara dari kesatuan KL (Koninklijke Landmacht atau Tentara Kerajaan) dan KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger atau Tentara Kerajaan Hindia-Belanda), serta dua kesatuan lainnya yang belum teridentifikasi.
John Verbeek berusaha membaca pesan dari pensil yang tertulis di dinding kamar yang pengap dan lembap. Menurutnya, banyak informasi yang didapatkan di kamar ini seputar aktivitas militer Belanda pada awal 1949 di Cisauk.
Dia beralih ke dinding dekat jendela yang selamat dari berondongan tembakan. Pendaran lampu senternya menerangi sebuah tulisan ”Slotten” yang tampaknya menunjuk pada orang-orang kunci tokoh Republik.

Tulisan nama-nama itu sudah kabur, nyaris tak terlihat lagi. Namun, dia mencoba membacanya. Dari delapan nama hanya lima yang masih terbaca: Djaja, Hammam, Oedjang, Moechlis, M. Ishak, dan Soehada. Seluruh nama tadi bertanda coret dan dibelakangnya bertanda silang, kecuali Oedjang yang hanya diberi tanda tanya.
Siapa orang-orang itu masih misteri. Menurut Verbeek, mungkin kita bisa saja mengecek nama-nama ini di Taman Makam Pahlawan Seribu di Serpong. “Saya yakin nama-nama ini bukan pengkhianat Republik,” ungkap Verbeek.” Tidak mungkin nama para kolaborator ditulis di dinding.”



 Sumber : National Geographic Indonesia, 2012


Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH

Sabtu, 07 Juli 2012

BUNGKER BELANDA (Part 1)

Bungker Rahasia Militer Belanda di Cisauk

Sebuah rumah indis bergaya Eropa-China akhir abad ke-19 telah bersaksi atas retasan masa sebuah desa pada awal berdirinya Republik ini. Tempat perlindungan bawah tanah di Cisauk ini tampaknya merupakan peninggalan militer Belanda. Fungsinya adalah untuk melindungi penghuni dari serangan udara. Ruangannya cukup untuk  dapat menampung duapuluh orang. (Mahandis Y. Thamrin/NGI) 

Keringat membasahi wajah John Verbeek tatkala dia mengarahkan lampu senternya ke segala penjuru kamar yang kini dijadikan sebagai gudang nan lembap dan gelap itu. Lampu senternya tertuju pada coretan-coretan dari pensil di dinding bercat putih itu. Sambil menyeka keringat di dahi, dia tertegun pada sebuah infografis militer yang ditulis dengan rapi dan masih terlihat jelas: “Sinds 22-1-49 Buitgemaakte wapens en munite door I.V.D.-3-2 R.V.A, Tjisaoek.”
Verbeek, lelaki lima puluh tahunan yang selalu bersemangat ini adalah pemerhati bangunan pertahanan militer asal Den Haag, Belanda. Setidaknya lima ratus lokasi di Indonesia telah dia datangi untuk mendata sejarah tinggalan militer masa Hindia Belanda dan Jepang itu. Berdasar informasi dan arsip perpustakaan di Belanda, setiap tahun dia pergi menjelajah ke pelosok daerah di Indonesia.

“Tulisan ini dibuat pada awal 1949,” ungkap Verbeek sambil menunjuk judul tulisan dinding berbahasa Belanda, “ini menerangkan senjata dan amunisi yang berhasil dirampas oleh Resimen Artileri Medan Belanda dari tangan Republik.” Di bawah tulisan itu terdapat semacam kolom infografis yang menunjukkan senarai logistik militer seperti karbin, stengun atau senapan otomatis, revolver, tekidanto atau granat Jepang, mortir berbagai ukuran, granat tangan, dan peluru. Semuanya senjata-senjata dan amunisi itu dibuat ikonnya dengan rapi. “Tampaknya kamar ini digunakan sebagai pos komando militer.”


 Sumber : National Geographic Indonesia, 2012


Salam Kebumian,  SAVE OUR EARTH